Khutbah Jum'at - Refleksi Atas Fenomena Pelecehan Seksual

 on Jumat, 22 Mei 2026  

KHUTBAH JUM'AT

Pendidik sebagai Penjaga Amanah: Refleksi atas Fenomena Pelecehan Seksual

S
Subhan Hidayat
22 Mei 2026

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته .

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ الْإِسْلَامَ طَرِيقًا لِلْهُدَى وَالرَّشَادِ، وَأَمَرَنَا بِالتَّقْوَى وَالْإِخْلَاصِ فِي الْعِبَادَةِ وَالْجِهَادِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْمُنَزَّهُ عَنِ الشَّبِيهِ وَالْأَنْدَادِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الْقَائِمُ بِأَمْرِ رَبِّهِ بِلَا وَهْنٍ وَلَا ارْتِيَادٍ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْأَطْهَارِ الْأَمْجَادِ.


أَمَّا بَعْدُ، أوْصُيْكُمْ عِبَادَ اللهِ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ . 

قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ

Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Kuasa., karena kita masih diberikan nikmat yang tiada tara. Terutama nikmat iman dan Islam, nikmat sehat wal afiat, sehingga kita masih bisa hadir di masjid yang mulia ini dalam rangka menunaikan kewajiban Ibadah Jum’at. 

Shalawat dan salam, marilah kita panjatkan kehadirat nabi akhir zaman Rasulullah Muhammad SAW yang telah membawa kita dari jurang kegelapan menuju istana terang benderang penuh cahaya Islam

Hadirin sidang jum’at rahimakumullah

Mengawali khutbah, khatib berwasiat untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan.

Hadirin sidang jum’at rahimakumullah

Akhir-akhir ini, rumah rumah kita dipenuhi oleh pemberitaan yang sangat memprihatinkan, yaitu maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual. Hal yang membuat hati kita tersayat dan dada terasa sesak adalah ketika perbuatan keji tersebut terjadi di lingkungan Pesantren, oleh oknum yang mengaku ulama atau kiai.  

Disisi lain, kita tidak bisa memungkiri adanya fenomena bias media, framing. Di mana ketika kasus ini terjadi di pesantren dan menimpa tokoh agama, pemberitaannya digoreng sedemikian rupa, diblow-up berhari-hari, seolah-olah seluruh pesantren itu buruk. Sementara jika terjadi di institusi lain, misalnya pelecehan di rumah sakit, di perusahaan, di universitas, pemberitaannya cenderung biasa saja atau cepat hilang dari perbincangan.

Kendati demikian, kita tidak boleh defensif atau menyangkal. Kita akui noda itu memang ada.

Jamaah yang Dimuliakan Allah

Maka melalui khutbah ini, khatib ingin menyampaikan pesan dan wasiat kepada siapa saja yang hari ini diberikan amanah suci oleh Allah SWT sebagai penjaga, pendidik, dan pengasuh santri atau anak-anak didik. Mari kita mawas diri. Mari melakukan muhasabah internal yang jujur bagi kita semua, agar kita senantiasa waspada, tidak terperosok ke dalam jebakan serta tipu daya setan yang terkutuk.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Mari kita me refleksi atas fenomena tersebut :

1. Tutup segala potensi fitnah

Dalam kitab Adabul Alim, KH Hasyim Asy’ari dalam wasiyatnya kepada guru yang ke 12, beliau berkata : 

أن يجتنب مواضع التهم وإن بعدت فلا يفعل شيئا يتضمن نقص مروءة أو يستنكر ظاهرا

Seorang guru harus menjauhi perilaku yang bisa memancing tuduhan walaupun sangat jauh. Maka jangan melakukan sesuatu yang sekiranya merusak nama baik atau dzohirnya memancing keingkaran. Misalnya berduaan dengan santri putra atau putri walaupun tidak ada maksud apa apa

Pernah terjadi ketika Nabi ﷺ sedang berjalan malam bersama istrinya, Safiyyah bint Huyayy. Lalu ada dua sahabat Anshar melihat beliau. Mereka segera mempercepat langkah karena segan kepada Nabi ﷺ. Nabi lalu memanggil mereka dan berkata:

عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيٍّ


Pelan-pelan saja, ini Ṣafiyyah binti Ḥuyay istri saya.”  

Mereka menjawab: “Subḥānallāh wahai Rasulullah!” (maksudnya: kami tidak mungkin berprasangka buruk kepada Anda)

Lalu Nabi ﷺ bersabda bahwa setan mengalir pada diri manusia seperti aliran darah, dan beliau khawatir setan melemparkan prasangka buruk ke hati mereka.

Makna dan pelajaran pentingnya:

Menutup pintu prasangka Nabi ﷺ sengaja menjelaskan siapa wanita yang bersama beliau agar tidak muncul dugaan buruk.

Kadang seseorang perlu menjelaskan keadaan dirinya, bukan karena bersalah, tetapi untuk mencegah salah paham.

2. Mari menyadari bahwa kita memiliki nafsu

Kita harus jujur dan sadar bahwa seorang ustaz, kiai, maupun guru ngaji adalah manusia biasa yang tidak maksum. Kita tidak suci dari nafsu syahwat. Kita wajib menjaga batasan fisik dan visual dengan santri, jangan memanipulasi doktrin takzim, dengan dalih "ketaatan kepada guru" atau "keberkahan ilmu" demi memuluskan hawa nafsunya.

Jauh-jauh hari, para ulama salaf yang saleh telah memberikan peringatan yang sangat keras agar para pendidik menjaga jarak dan pandangannya dari anak didiknya yang muda yang rupawan, baik laki laki maupun perempuan. Dalam istilah fikih ada yang disebut sebagai Al-Murd (remaja yang belum tumbuh jenggot). Para ulama sangat menjaga diri terhadap al murd sebagaimana menjaga diri dari santri perempuan. 

Sebagian tabiin dengan tegas menyatakan bahwa para pendidik terdahulu sangat membenci dan melarang keras seorang guru memandang dengan tajam atau berlama-lama kepada santri atau anak didik yang berwajah rupawan.

Perhatikan bagaimana tabiin mulia, Hasan bin Zakwan rahimahullah memperingatkan kita:

لاَ تُـجَالِسُوا أَوْلَادَ اْلأَغْنِيَاءِ، فَإِنَّ لَهُمْ صُوَراً كَصُوَرِ النِّسَاءِ، وَهُمْ أَشَدُّ فِتْنَةً مِنَ الْعَذَارَى

Janganlah kalian terlalu dekat duduk bersanding dengan anak-anak orang kaya (yang berwajah bersih), karena sesungguhnya mereka memiliki rupa seperti rupanya wanita, dan mereka itu lebih besar fitnahnya daripada para gadis perawan.

Salam bin Aswad melihat seorang guru memandangi santrinya yang rupawan. Maka Ia menegurnya :

 يا هذا ابقِ على جاهك عند الله فإنّك لا تزال ذا جاه ما دمت له معظّماً 

Pak guru, jangan rusak derajatmu disisi Allah sesungguhnya engkau masih memiliki derajat itu selama engkau menjaganya. 

An-Najib bin As-Sari rahimahullah juga menukil perkataan ulama terdahulu: 

كان يقال: لا يبيت الرجل في بيت مع المردى

Dikatakan, janganlah sekali-kali seorang pria dewasa berada dalam satu ruangan khusus atau satu rumah bersama anak-anak amrad (santri yang belum berjanggut).’"

Mengapa para ulama seketat ini dalam menjaga batas? Imam Sufyan Ats-Tsauri dan Bisyr Al-Hafi memberikan jawaban yang sangat menggetarkan jiwa kita sebagai guru:

إن مع المرأة شيطاناً، ومع الحدث شيطانين

Sesungguhnya bersama seorang santri wanita itu ada satu setan, namun bersama dengan santri putra yang rupawan (hadats/amrad) itu ada dua setan!

Sikap tegas dan tanpa kompromi ini dicontohkan langsung oleh Imam Darul Hijrah, Imam Malik bin Anas. 

Beliau dengan sangat ketat melarang anak-anak amrad yang rupawan untuk masuk dan duduk mendekat di majelis ilmu beliau guna mendengarkan hadis. Suatu ketika, seorang pemuda bernama Hisyam menyamar dan bersembunyi di tengah kerumunan orang banyak untuk mencuri dengar. Ketika Imam Malik mengetahuinya, beliau tidak membiarkannya, melainkan langsung menghukumnya dengan mencambuknya sebanyak 16 kali cambukan demi menjaga wibawa majelis dan menutup pintu fitnah."

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Subhanallah! Jika para ulama sekaliber Imam Malik, Sufyan Ats-Tsauri, dan para tabiin yang hatinya bersih saja begitu takut, begitu gemetar, dan begitu ketat menutup pintu fitnah syahwat terhadap anak didik, maka bagaimanakah dengan kita di zaman modern ini? Kita yang hatinya penuh dengan kelalaian, yang konsumsi visualnya kurang terjaga, tentu harus melipatgandakan kewaspadaan kita!

3. Waspadalah Terhadap Tipu Daya dan Godaan Setan

Allah berfirman : 

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ) فاطر : 6)

Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh! Sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala)

Setan tidak akan pernah membiarkan majelis ilmu dan pesantren berjalan tenang. Jika para ulama salaf terdahulu saja mengingatkan bahwa "bersama anak muda yang rupawan ada dua setan," maka di zaman ini godaan itu berlipat ganda. 

4. Ingatlah, Agamamu yang Akan Ternoda

Ketika seorang oknum pendidik melakukan kejahatan keji ini, yang hancur bukan hanya masa depan korban dan dirinya sendiri, melainkan kesucian agama Islam yang dipertaruhkan. Setiap kali tindakan bejat ini terjadi, maka sama saja dengan mencorengkan arang hitam kepada ulama dan pesantren secara umum, mencorengkan arang hitam ke wajah nabi Muhammad, dan kepada agama Islam. 

Maka mari kita kembalikan marwah pesantren, madrasah kita sebagai tempat yang aman, dan penuh berkah. Jangan sampai nila setitik rusak susu sebelanga, jangan sampai karena ulah segelintir oknum, kepercayaan umat terhadap institusi pesantren runtuh.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga anak-anak kita, menjaga keluarga kita, dan membersihkan hati serta lingkungan kita dari segala bentuk perbuatan keji dan munkar.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لله حَمْداً كَثِيْراً كَمَا أمَرَ .

أشْهَدُ أنْ لاَ إلَهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَه لاَ شَرِيْكَ لَهُ إرْغاَماً لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرْ . وأشهد أنَّ سيدَنا محمداً عبدُه ورسولُه سيِّدُ الْخلائقِ وَالْبَشَرْ. صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه مَصَابِيْحِ الْغُرَرْ .أما بعد :

فياَ أيُّها الْحَاضِرون أوْصِيْكُمْ ونَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْن. وَاعْلَمُوْا أنَّ اللهَ قَدْ قَالَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْم أعُوْذُ باللهِ مِنَ الشَّيْطَان الرَّجِيْم. بسم الله الرحمن الرحيم. ﴿ إنَّ اللهَ ومَلائِكَتَه يُصَلُّوْنَ عَلَى النبي. يا أيُّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْماً ﴾ .  اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وعلى آله وصَحْبِهِ أجمعِيْن . وَعَلَى التَّابِعِيْن وَتَابِعِ التَّابِعِيْن وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَانٍ إلَى يَوْمِ الدِّيْنِ . وَارْضَ اللهُ عَناَّ وَعَنْهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أرْحَمَ الرّاحِمِيْن. اللَّــهُمَّ اغْفِرْ لـلِـمُؤْمِنِـيْنَ وَالْمُؤْمِنَات وَالْمُسْلِـمِيْن وَاْلمُسْلِمَات الأحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأمْوَاتِ إنَّك سَـمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْب الدَّعَوَات

اللهمّ انْصُرْ أمَّةَ سَيِّدِنَا محمد. أللهم أصْلِــحْ أمةَ سيِّدِنا محمد . أللهم ارْحَمْ أمةَ سيدنا محمد . أللهم انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْن . واخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمسلمِيْن. وأعْلِ كَلِمَتَكَ إلى يومِ الدِيْن .رَبَّنَا آتِناَ فِي الدُّنْياَ حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِناَ عَذَابَ الناَّرِ .

عِبَادَ اللهِ إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ . وَإِيْتاَئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذْكُرُوْن . وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر .أَقِيْمُوْا الصَّلاَة


Ditulis oleh

Subhan Hidayat

Guru madrasah yang sesekali menuliskan refleksi sederhana dari ruang kelas dan perjalanan hidup, berharap setiap catatan kecil membawa manfaat.

This blog is created for educational purposes and to provide general information. All materials belong to their respective owners.

Situs ini dibuat untuk tujuan edukasi dan penyampaian informasi umum. Seluruh materi merupakan milik dari pemegang hak masing-masing.

Contact: subhi.link@gmail.com

Khutbah Jum'at - Refleksi Atas Fenomena Pelecehan Seksual 4.5 5 subhan Jumat, 22 Mei 2026 KHUTBAH JUM'AT Pendidik sebagai Penjaga Amanah: Refleksi atas Fenomena Pelecehan Seksual ...


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Find Us On Facebook

Flickr Images

Video Of Day

Pages

Formulir Kontak



Cari Artikel

Pages

Blog Indonesia