Khutbah Gerhana Bulan

 on Selasa, 03 Maret 2026  

Khutbah Gerhana Bulan
Tanda Kebesaran Allah dan Peringatan bagi Manusia 


Disampaikan oleh: Subhan Hidayat di Masjid Da'i An-Nuur Rawadenok


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته .

بسم الله الرحمن الرحيم . اَلْـحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَـمِيْنَ . اَلْحَمْدُ لِله الّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتــَيْنِ مِنْ آياتِ اللهِ الْمَلِكِ الْقَهَّارِ.  نَحْمَدُهُ سُبْحَانَه وَتَعَالَى عَلَى مَا رَزَقَنَا بِاْلاِتِّعَاظِ بِالْوَعْظِ وَاْلاِعْتِبَار .

وَأشْهَدُ أنْ لاَ إلَهَ إلاّ اللهُ وحده لا سريك له. الْوَاحِدُ اْلأحَدُ الْـمَلِكُ الْـجَبَّار . وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا مُـحَمَّدًا عَبْدُهُ ورَسُوْلُه الدَّاعِي إلىَ الْـخُضُوْعِ وَالتَّضَرُّعِ وَاْلِاسْتِغْفَار . صَلَّى اللهُ وَسَلَّم عَلَيه وعلى آله وأصحابه الأطهار . 

أَمَّا بَعْدُ : فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ في مُحْكَمِ كِتَابِهِ: ﴿ وَمَا نُرْسِلُ بِالآيَاتِ إِلاَّ تَخْوِيفًا﴾

وقالَ اللهُ تَعَالَى : ﴿وَمِنْ ءَايَٰتِهِ ٱلَّـيْلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَٱسْجُدُوا لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ ﴾


Hadirin, Jama’ah Sholat Gerhana Bulan rahimakumullah

Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberi kita nikmat. Terutama nikmat iman, nikmat Islam, nikmat sehat wal afiat. Sehingga kita masih bisa meringankan langkah untuk mendatangi masjid yang mulia ini, dalam rangka melaksanakan sholat gerhana bulan. 

Kehadiran Kita pada malam ini sangatlah penting. Karena sholat gerhana adalah ibadah yang langka, yang tidak terjadi setiap hari. Sehingga banyak diantara kita yang belum mengerti caranya. Maka kehadiran kita ditempat ini, selain beribadah juga menambah pengetahuan agama kita. 

Karena semakin mendekati akhir zaman, akan semakin sering kita merasakan gerhana gerhana. 

Shalawat dan salam, marilah kita panjatkan kehadirat Kanjeng nabi Muhammad SAW yang telah membimbing dan mengajarkan kita, bagaimana semestinya menyikapi fenomena fenomena yang terjadi, seperti fenomena gerhana bulan pada malam ini.

Hadirin, Jama’ah Sholat Gerhana Bulan rahimakumullah

Selama 23 tahun nabi menyiarkan Islam, tidak ada riwayat riwayat yang sampai kepada kita bahwa Rasulullah SAW pernah mengalami terjadinya  gerhana bulan.. Tetapi untuk gerhana matahari, ada 1 peristiwa yang sampai kepada kita melalui beberapa riwayat hadis, bahwa nabi pernah mengalaminya. Yaitu peristiwa gerhana Matahari yang bertepatan dengan wafatnya Ibrahim, putra Nabi SAW. Karena itulah semua tata cara ibadah yang kita laksanakan malam hari ini, adalah untuk semua gerhana baik matahari atau bulan. Karena semuanya merujuk pada sholat gerhana matahari pada zaman rasul. 

Hadirin rahimakumullah

Ibrahim adalah putra Nabi Muhammad dari istrinya yang bernama Mariyah al Qibtiyah, yang meninggal saat masih menyusu. Ia adalah putra yang paling disayangi oleh nabi Muhammad.  

Dalam beberapa hadis diceritakan, betapa bersedihnya kanjeng Nabi Muhammad SAW ketika Ibrahim yang masih menyusu itu meninggal dunia. Beliau memangku Ibrahim kemudian menciuminya. Lalu air matanya bercucuran. Kemudian Beliau kemudian berkata lirih  : 

وَإِنَّا عَلَى فِرَاقِكَ يَا إِبْرَاهِيْم لَـمَحْزُوْنُوْن
“Sesungguhnya kita sangat bersedih berpisah denganmu wahai Ibrahim.”


Hadirin, Jama’ah Sholat Gerhana Bulan rahimakumullah

Kaum Muslimin saat itu, mengaitkan peristiwa gerhana matahari yang terjadi, dengan wafatnya Ibrahim. Mereka menganggap gerhana matahari terjadi karena kematian Ibrahim. 

Hal ini terdengar oleh Nabi SAW, dan beliau tidak suka. Karena bisa merusak tauhid dan keimanan. Maka beliau bergegas keluar rumah sambil menyeret selendangnya menuju masjid. Beliau perintahkan salah satu sahabat untuk mengumumkan kepada kaum muslimin untuk berkumpul melakukan shalat. 

Maka sholat gerhanapun dilaksanakan. Nabi melakukan sholat gerhana yang lama sekali. Ayat ayat yang dibaca sangat panjang. Ruku dan sujudnya pun sangat lama. 

Pada saat sujud itulah, terjadi peristiwa yang tidak biasa. Karena Nabi Muhammad beberapa kali bergerak mundur, sehingga jamaahpun ikut mundur. 

Kemudian beliau beberapa kali bergerak maju sehingga jamaahpun ikut maju. Hal ini membuat para sahabat bertanya tanya. Ada apa gerangan ?


Hadirin sekalian Rahimakumullah.

Selesai sholat, beliau menyampaikan khutbah yang sangat hebat dan menggelegar. Diantara isi khutbahnya adalah : 

يَا أُمَّةَ مُـحَمَّدٍ ! إنَّ الشَّـــمْسَ وَ القَـــمَر آيـتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لاَ تَـنـْخَسِـــفَانِ لِمَوتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإذَا رَأيتمْ ذلك فَادعُوا الله وَكَبِّـرُوا وَصَــلُّوا وَتَصَـــدَّقُوْا . يَا أُمَّةَ مُـحَمَّدٍ ، وَاللَّهِ مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْـيَـرُ مِنَ اللَّهِ أَنْ يَـزْنِىَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِىَ أَمَتُهُ ، يَا أُمَّةَ مُـحَمَّدٍ ، وَاللَّهِ لَوْ تَعْـــلَمُونَ مَا أَعْـــلَمُ لَضَـــحِكْتُمْ قَــلِيلاً وَلَبَكَيْـــتُمْ كَثِيرًا .
”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah. Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah karena ada seorang hamba baik laki-laki maupun perempuan yang berzina. Wahai Umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”  ”

Kemudian beliau menjelaskan mengenai perilakunya ketika sujud. Rupanya saat sujud itu nabi Muhammad diperlihatkan neraka. Beliau mundur karena seolah olah api neraka hendak mengenainya. Kemudian beliau diperlihatkan surga, sehingga beliau bergerak maju untuk memetik buah buahannya. 

Beliau juga menjelaskan bahwa ketika sujud beliau melihat tiga orang didalam neraka ; 

1. Beliau melihat Amr bin Luhay Al Khaza’i. Orang yang pertama kali menyelewengkan ajaran tauhid nabi Ismail.  Dia yang pertama kali membawa berhala berhala Laata, Uzza dan Hubal kedalam Ka’bah

2. Beliau melihat perempuan dibakar didalam api neraka gara gara mengurung kucing sampai mati. Kucing itu tidak diberi makan dan minum, juga tidak dibiarkan lepas mencari makanannya sendiri.

3.  Beliau melihat Seseorang membawa tongkat bengkok, sedang menyeret nyeret ususnya. Ternyata dia adalah pencuri yang mengincar jama’ah haji. Ia sengaja mengait barang bawaan jama’ah haji. Bila dipergoki pemiliknya, dia akan berkata ; barangmulah yang nyantol ditongkatku. Aku tidak mengambilnya.

Hadirin sekalian Rahimakumullah.

Demikianlah ajaran ajaran Rasulullah kepada kita dalam menyikapi gerhana. Bagi sebagian orang, gerhana adalah fenomena alam biasa. Mereka berduyun duyun mengambil peralatannya untuk bisa selfie, mengabadikan gambar terbaik. Kemudian update status. 

Bagi sebagian yang lain, gerhana dikaitkan dengan wabah, dan kesialan. Mereka menyembunyikan ibu ibu hamil, dan membunyikan suara suara dengan memukuli bambu, kaleng dan lain lain. 

Bagi kita ummat beriman, terjadinya gerhana adalah tanda tanda kebesaran Allah untuk memperingati dan menakuti kita. Allah berfirman : 

﴿ وَمَا نُرْسِلُ بِالآيَاتِ إِلاَّ تَخْوِيفًا﴾
”Dan tidaklah kami mengirimkan ayat ayat kecuali untuk menakuti.


Hadirin sekalian Rahimakumullah.

Terakhir, dalam sujudnya nabi Muhammad terdengar berbisik lirih : 

Wahai tuhanku, bukankah engkau telah berjanji tidak akan menyiksa mereka selama aku ada bersama mereka. Wahai tuhanku, bukankah engkau telah berjanji tidak akan menyiksa mereka selama mereka masih bersitighfar.

Hadirin sekalian Rahimakumullah.

Marilah kita pada malam ini memperbanyak istighfar, meminta ampun kepada Allah, menjauhi sekuat kuatnya perbuatan zina dan muqoddimahnya, banyak banyak berdzikir dan bertakbir, serta memperbanyak bersedekah sebagaimana yang di wasiatkan nabi Muhammad SAW. 

Mudah mudahan bersamaan dengan tersingkapnya gerhana, tersingkap pula penderitaan yang dialami segenap kaum muslimin, penderitaan berupa merebaknya zina, degradasi moral remaja, wafatnya para ulama, tersebarnya kebodohan dan caci maki serta wabah Korona. 

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ . وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إنّهُ هُوَ السَّمِيْعَ الْعَلِيْم

--oo0oo--


Khutbah II

 اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا .

اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى ﴿اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا﴾. 

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ . وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ . 

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَك أعداء الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. 

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلـمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلـمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. 

اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا بِتَوْفِيْقِكَ. وَأَيِّدْهُ بِتَأْيِيْدِكَ . وَانْصُرْ بِهِ دِيْنَكَ وَوَفِّقْهُ لِكُلِّ مَا فِيْهِ صَلَاحُ الْبِلَادِ وَالْعِبَادِ وَلِكُلِّ مَا فِيْه عِزٌّ وَنَصْرٌ لِلْاِسْلَامِ وَالْـمُسْلِمِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن . 

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. 

عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ


--selesai--

Khutbah Gerhana Bulan 4.5 5 subhan Selasa, 03 Maret 2026 Khutbah Gerhana Bulan Tanda Kebesaran Allah dan Peringatan bagi Manusia  Disampaikan oleh: Subhan Hidayat di Masjid Da'i A...


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Find Us On Facebook

Flickr Images

Video Of Day

Pages

Formulir Kontak



Cari Artikel

Pages

Blog Indonesia