Khutbah Jum'at- Maulid Nabi dan Kemerdekaan : Meneguhkan Iman, Menguatkan Harapan

 on Jumat, 21 Agustus 2026  

Bulan Agustus 2026 ini memiliki dua momentum yaitu momentum kemerdekaan RI yang ke 81 dan Maulid Nabi Muhammad . Bagaimana kita memanfaatkan dua momentum tersebut


Khutbah Jum'at- Maulid Nabi dan Kemerdekaan : Meneguhkan Iman, Menguatkan Harapan


Disampaikan oleh: Subhan Hidayat di Masjid Da'i An-Nuur Rawadenok

Artikel artikel artikel. Sekali lagi artikel

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِلْإِيمَانِ وَأَكْرَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِسْلَامِ . وَجَعَلَنَا أُمَّةً مَرْحُومَةً تَعِيشُ فِي عِزٍّ وَسَلَامٍ . نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعْمَةِ مَوْلِدِ خَيْرِ الأنَام وَعَلَى نِعْمَةِ الِاسْتِقْلَالِ عَلَى الدَّوَامِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، بَدْرُ التَّمَامِ، الَّذِي حَرَّرَ الْقُلُوبَ مِنَ الظَّلَامِ، وَهَدَى الْأَنَامَ إِلَى نُورِ الْإِسْلَامِ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، شَفِيعِ الْأَنَامِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الْكِرَامِ، الَّذِينَ جَاهَدُوا لِإِعْلَاءِ كَلِمَةِ الْإِسْلَامِ، وَحَرَّرُوا الْأَوْطَانَ مِنْ الظَّلَمَةِ وَاللِّئَامِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ وَنَالُوا الْمَرَامَ. قَالَ تَعَالَى : ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾


Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan kepada kita nikmat iman, Islam, kesehatan, serta kesempatan, sehingga kita dapat melaksanakan salat Jumat pada hari ini dengan tenteram dan lancar.   Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Agung Muhammad ﷺ, kepada keluarga, para sahabat, para tabi’in, para ulama, serta kita semua sebagai umat beliau yang senantiasa mengharapkan syafaatnya di hari akhir.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Bulan ini adalah pertemuan antara dua momentum besar yaitu Maulid Nabi Muhammad SAW dan kemerdekaan RI yang ke 81.  Dua momentum ini memiliki satu pesan penting: kemerdekaan dan kehidupan yang baik harus disyukuri dan diisi dengan kebaikan.

Allah SWT berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”


Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Meskipun sebagian dari kita sudah mulai kehilangan semangat untuk mensyukuri kemerdekaan. Karena merasa, sudah sekian tahun merdeka tetapi kondisi tidak berubah menuju sejahtera. Bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sebagaimana yang kita inginkan. 

Harga kebutuhan meningkat. Penghasilan tidak selalu bertambah. Ada yang usahanya sepi. Ada yang dagangannya berkurang. Ada yang kehilangan pekerjaan. Ada yang memiliki utang yang belum mampu dilunasi. Ada orang tua yang bingung memikirkan biaya pendidikan anak. Ada pula yang setiap hari bekerja keras, tetapi hasil yang diperoleh terasa belum mencukupi.

Karena itu, pada hari ini marilah kita belajar dari kehidupan Rasulullah ﷺ. Perhatikan kehidupan Rasulullah ﷺ. Beliau adalah manusia pilihan Allah. Tetapi kehidupan beliau tidak selalu mudah.

Beliau pernah mengalami kelaparan.

Beliau pernah menghadapi tekanan.

Beliau pernah kehilangan orang-orang yang dicintainya.

Beliau pernah ditolak, dihina, bahkan disakiti.

Banyak riwayat menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ dan keluarganya sering menjalani keadaan yang sangat sulit sampai tidak menemukan makanan yang cukup.

Maka dalam khutbah Jum'at ini, mari kita membaca sekelumit kisah kehidupan Rasulullah SAW. Semoga riwayat ini dapat menjadi teladan dan penghiburan bagi kita semua, menambah cinta kita kepada Rasulullah SAW. 

 Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Diriwayatkan dari Sahabat Jabir ra. :  “Sesungguhnya kami pada hari Khandaq sedang menggali (parit). Tiba-tiba kami menemukan tanah yang sangat keras. Mereka datang kepada Nabi ﷺ dan berkata, ‘Ini ada tanah keras yang menghalangi penggalian parit.’

Nabi ﷺ bersabda, ‘Aku akan turun (menghadapinya).’

Kemudian beliau berdiri, sementara perut beliau diikat dengan batu. Kami telah selama tiga hari tidak merasakan makanan sedikit pun. 

Kemudian Nabi ﷺ mengambil cangkul lalu turun ke parit. Beliau memukul tanah atau batu yang sangat keras itu hingga berubah menjadi gundukan pasir yang mudah berhamburan.

Jabir ra. berkata : Aku melihat sesuatu pada diri Nabi ﷺ . Keadaan beliau sangat berat. Suaranya melemah.  Lalu Jabir minta izin untuk pulang kerumah. 

Jabir berkata kepada istrinya : Istriku, Rasulullah sedang menahan lapar. Suaranya melemah. Apakah engkau punya sesuatu ? 

Sang Istri menjawab, aku punya sedikit tepung dan seekor anak kambing. Cukup untuk kita sekeluarga dan Nabi Muhammad.

Lalu Jabir menyembelih anak kambing itu dan menggiling gandum hingga memasukkan daging ke dalam kuali. 

Saat adonan roti sudah melunak dan kuali berada di atas tungku sudah hampir matang, Jabir pergi menuju Nabi untuk mengundangnya makan.

Jabir berkata kepada Nabi dengan suara pelan : 'Ada sedikit makanan untukmu, maka bangkitlah wahai Rasulullah... ajaklah bersamamu satu atau dua orang saja.'

Beliau bertanya: 'Seberapa banyak makanan itu?' Lalu aku sebutkan jumlahnya kepada beliau. Hanya beberapa potong hidangan.. Beliau bersabda: 'Cukup banyak dan baik! Katakan padanya (istrimu) agar jangan mengangkat kuali dan jangan mengeluarkan roti dari panggangan hingga aku datang.'

Kemudian Rasulullah  berseru : 

يَا أَهْلَ الْخَنْدَق إنَّ جَابِرًا قَدْ صَنَعَ سُؤْرًا فَـحَـيَّهَلاَّ بِكُمْ

"Wahai ahli Khandaq ! Sesungguhnya Jabir telah membuat hidangan makanan, maka marilah kalian semua kerumahnya !".  

Maka kaum Muhajirin dan Anshar yang ikut perang Khandaq pun bangkit. Jumlah mereka kurang lebih 1000 orang..!

Wajah Jabir ra. langsung pucat. Ia berlari menuju istrinya dan berkata: 'Celaka celaka ! Nabi ﷺ mengajak semua orang...

Istrinya bertanya: 'Apakah beliau tidak bertanya kepadamu tentang jumlah makanan yang kita punya?' Jabir menjawab: 'sudah'. 

Kemudian nabi Muhammad datang bersama rombongan. Sedangkan Jabir dan Istrinya hanya pasrah, menyerahkan semuanya kepada Allah dan Rasulnya. 

Rasulullah masuk kedapur Jabir. Lalu beliau memberkahi adonan roti dengan meludahinya. Beliau membuka kuali dan meludahinya. Lalu Nabi dengan tangannya memotong-motong roti dan menaruh daging di atasnya, serta menutup kembali kuali...

Lalu nabi bersabda, masuklah dan jangan berdesakan. Maka para ahlu Khandaq masuk 10 orang 10 orang. Nabi sendiri yang melayani mereka dengan memotong roti dan meletakkan daging.

Sehingga mereka semua makan hingga kenyang. Setelah ahlu Khandaq kenyang, maka nabi dan keluarga Jabir yang makan. Beliau lebih mementingkan para sahabat daripada dirinya sendiri. Setelah semuanya kenyang, ternyata makanan masih tersisa.  Maka beliau bersabda (kepada istri Jabir): 'Makanlah ini dan hadiahkanlah (kepada orang lain), karena sesungguhnya orang-orang sedang ditimpa kelaparan.'

 Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Dari riwayat yang agung ini, ada mendalam yang harus kita bawa pulang ke rumah masing-masing setelah ibadah shalat Jum'at hari ini:

Dari peristiwa Khandaq ini, ada tiga pelajaran besar tentang sosok keteladanan Nabi kita:

Pertama, Rasulullah ﷺ adalah sosok panglima pejuang yang gagah berani mengorbankan jiwa raga bersama para pejuang dalam menegakkan agama Islam.

Kedua, Rasulullah ﷺ bukan sosok pemimpin yang hanya duduk di tenda VIP sementara rakyatnya panas-panasan di luar. Beliau sosok yang turut serta menggali parit saat Perang Khandaq. Beliau sosok pemimpin yang turut merasakan lapar bersama rakyatnya, dan yang paling terakhir merasakan kenyang setelah rakyatnya kenyang.

Yang ketiga, Rasulullah ﷺ adalah sosok pemimpin yang memiliki kepekaan empati luar biasa; beliau tidak pernah tega menikmati kemudahan seorang diri di atas penderitaan orang banyak. Ketika ada kesempatan untuk makan di rumah Jabir, beliau memanggil seluruh pasukannya dan melayani mereka satu per satu hingga kenyang.

Semoga Khutbah singkat ini dapat meningkatkan cinta kita kepada Rasulullah SAW, dan menjadi tambahan semangat bagi kita untuk meneladaninya dalam mengisi nikmat kemerdekaan ini  


بارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْأٰنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


Khutbah Ke-2

الْحَمْدُ لله حَمْداً كَثِيْراً كَمَا أمَرَ .

أشْهَدُ أنْ لاَ إلَهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَه لاَ شَرِيْكَ لَهُ إرْغاَماً لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرْ . وأشهد أنَّ سيدَنا محمداً عبدُه ورسولُه سيِّدُ الْخلائقِ وَالْبَشَرْ. صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه مَصَابِيْحِ الْغُرَرْ .أما بعد :

فياَ أيُّها الْحَاضِرون أوْصِيْكُمْ ونَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْن. وَاعْلَمُوْا أنَّ اللهَ قَدْ قَالَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْم أعُوْذُ باللهِ مِنَ الشَّيْطَان الرَّجِيْم. بسم الله الرحمن الرحيم. ﴿ إنَّ اللهَ ومَلائِكَتَه يُصَلُّوْنَ عَلَى النبي. يا أيُّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْماً ﴾ . 

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وعلى آله وصَحْبِهِ أجمعِيْن . وَعَلَى التَّابِعِيْن وَتَابِعِ التَّابِعِيْن وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَانٍ إلَى يَوْمِ الدِّيْنِ . 

وَارْضَ اللهُ عَناَّ وَعَنْهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أرْحَمَ الرّاحِمِيْن. اللَّــهُمَّ اغْفِرْ لـلِـمُؤْمِنِـيْنَ وَالْمُؤْمِنَات وَالْمُسْلِـمِيْن وَاْلمُسْلِمَات الأحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأمْوَاتِ إنَّك سَـمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْب الدَّعَوَات

اللهمّ انْصُرْ أمَّةَ سَيِّدِنَا محمد. أللهم أصْلِــحْ أمةَ سيِّدِنا محمد . أللهم ارْحَمْ أمةَ سيدنا محمد . 

أللهم انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْن . واخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمسلمِيْن. وأعْلِ كَلِمَتَكَ إلى يومِ الدِيْن .رَبَّنَا آتِناَ فِي الدُّنْياَ حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِناَ عَذَابَ الناَّرِ .

عِبَادَ اللهِ إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ . وَإِيْتاَئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذْكُرُوْن . وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر .أَقِيْمُوْا الصَّلاَة


--Selesai Khutbah Kedua--


Ditulis oleh

Subhan Hidayat

Guru madrasah yang sesekali menuliskan refleksi sederhana dari ruang kelas dan perjalanan hidup, berharap setiap catatan kecil membawa manfaat.

This blog is created for educational purposes and to provide general information. All materials belong to their respective owners. 

Situs ini dibuat untuk tujuan edukasi dan penyampaian informasi umum. Seluruh materi merupakan milik dari pemegang hak masing-masing.

Khutbah Jum'at ditulis oleh Subhan Hidayat dari berbagai sumber.

Hak kekayaan intelektual dilindungi Allah SWT. Silahkan copas dengan menyertakan link blog ini (link hidup).

Terima kasih

Contact: subhi.link@gmail.com

Khutbah Jum'at- Maulid Nabi dan Kemerdekaan : Meneguhkan Iman, Menguatkan Harapan 4.5 5 subhan Jumat, 21 Agustus 2026 Bulan Agustus 2026 ini memiliki dua momentum yaitu momentum kemerdekaan RI yang ke 81 dan Maulid Nabi Muhammad . Bagaimana kita memanfaatkan...


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Find Us On Facebook

Flickr Images

Video Of Day

Pages

Formulir Kontak



Cari Artikel

Pages

Blog Indonesia