Jangan Kasih Makan Kucing Dijalanan...!

 on Jumat, 14 Agustus 2026  

Kasih sayang kepada kucing, bisa berujung bencana. Alih alih sedekah, malah dapat dosa.

Jangan Kasih Makan Kucing Dijalanan...!


Oleh: Subhan Hidayat 

Kucing Terlindas Mobil

Pagi pagi dapat pemandangan mengenaskan. Hari itu saya berangkat kerja. Jalanan ramai. Pas mau menyeberang, saya dengar seorang juru parkir (pak ogah) berteriak. Kemudian diikuti ibu ibu diatas motor yang menjerit jerit. Ada apa....

Lalu saya lihat ada kucing oren. Melompat lompat diatas aspal. Terus melompat lompat tidak karuan. Saya lihat darahnya diatas aspal. Rupanya kucing itu terlindas mobil. Tepat dihadapan ibu ibu yang menjerit tadi. 

Lalu pak ogah tadi maju untuk mengambil kucingnya. Ia pegang kakinya sambil mengomel. Ia bawa kepinggir jalan, di parkiran alfanmart. Saat dibawa, darahnya bercucuran. Saya lihat bagian mata kucingnya luka parah. 

Saya dengar pak juru parkir tadi mengomel : 

Ini kucing dari tadi nyebrang nyebrangan bae....! Ngikutin orang... Kalo sayang sama kucing, bawa pulang. Beri makan dirumah. Jangan dirawat dijalanan !

Beberapa hari sebelumnya, saya juga terlibat obrolan dengan driver taksi online. Tentang kucing yang hampir kami tabrak. Karena tiba tiba menyeberang. Mengikuti seorang perempuan yang bawa plastik. Driver tersebut juga memberikan pendapat yang sama dengan pak ogah tadi. Mestinya kucing liar tidak diberi makan dijalanan. 

Setiap Pagi Diberi Makan Oleh Ibu Ibu 

Ada ibu ibu penyayang kucing. Setiap pagi membawa kresek besar berisi potongan ikan. Sepertinya pindang. Itu lho yang biasanya dikemas dalam wadah bambu. Ibu ibu ini akan memberikan ikan kepada kucing yang ditemui disepanjang jalan. 

Kegiatannya ini dilakukan setiap pagi. Asal berangkat kerja ga kesiangan, pasti saya melihat ibu ibu ini. Semula hanya dia yang melakukan. Lama kelamaan saya melihat ada ibu ibu  lain yang menirunya. Memberi makan kucing disepanjang jalan. Tapi dalam waktu yang berbeda. 

Ilustrasi dibuat dengan ChatGPT

Masya Allah....baik sekali mereka ini. Semoga menjadi sedekah.  

Setiap kali mereka lewat, kucing kucing mendekat. Lalu yang berada agak jauh, berlari mengejar. Yang ada diseberang jalan juga mengejar. Membuat para pengendara terpaksa ngerem mendadak. Kalo tidak, mereka menabrak kucing. 

Masalahnya, kucing kucing ini menjadi terbiasa. Mereka setiap pagi menunggu. Jumlahnya tambah banyak. Lalu mereka mengejar siapa saja yang membawa kresek. Meskipun kreseknya berisi lontong sayur. Akhirnya jalanan banyak kucing bersseliweran. Nyebrang nyebrangan. Seperti yang dikatakan pak ogah tadi. 

Kucing Dalam Bahaya, Masyarakatpun Terganggu.

Menurut saya, memberi makan kucing jalanan pada dasarnya adalah perbuatan baik, tetapi cara dan tempat memberinya makan sangat menentukan apakah kebaikan itu justru menimbulkan risiko.

Kejadian yang saya lihat hari itu, telah menggambarkan masalahnya dengan jelas: kucing sudah belajar bahwa orang yang membawa plastik, pasti bawa makanan. Akibatnya ia mengejar orang dan berulang kali menyeberang jalan. Di jalan ramai, kebiasaan itu bisa berbahaya.  

  • Kucing jadi terbiasa mengejar orang karena berharap makanan
  • Populasi kucing diarea tersebut akan meningkat. Mengotori jalan, menimbulkan bau dan mengundang lalat
  • Resiko kecelakaan semakin besar. Yang celaka bisa kucingnya, bisa pengendaranya atau dua duanya
  • Masyarakat terganggu. Kotoran dari sisa makanan yang tidak habis, tai kucing, bahkan bangkai kucing yang mati terlindas menjadi beban masyarakat.

Jadi Bagusnya Bagaimana

Ya seperti yang dikatakan pak Ogah tadi...kalau sayang kucing, bawa kerumah sendiri. Pelihara dirumah sendiri. Tapi kalau rumah sendiri tidak memungkinkan, saran saya begini saja :

  • Pindahkan lokasi pemberian makan. Jangan memberi makan tepat di pinggir jalan. Pilih tempat yang agak masuk, tenang, dan jauh dari kendaraan.
  • Tetapkan satu titik makan. Kucing akan belajar datang ke tempat tersebut, bukan berkeliling mencari orang yang membawa makanan.
  • Tentukan waktu makan. 
  • Jangan memancing kucing menyeberang. Jangan memanggil atau melempar makanan ke seberang jalan. Tunggu kucing berada di tempat yang aman.
  • Berikan makanan secukupnya. Jangan meninggalkan makanan berlebihan. Sisa makanan dapat mengotori lingkungan dan mengundang hewan lain.
  • Bersihkan tempat setelah makan. Wadah dan sisa makanan sebaiknya segera dibereskan agar tidak menimbulkan bau dan mengganggu warga.
  • Utamakan keselamatan lalu lintas. Jangan sampai aktivitas memberi makan membuat kucing berkumpul di badan jalan atau membuat pengendara harus mengerem dan menghindar secara mendadak. 


--Terima kasih, semoga bermanfaat--

Ditulis oleh

Subhan Hidayat

Guru madrasah yang sesekali menuliskan refleksi sederhana dari ruang kelas dan perjalanan hidup, berharap setiap catatan kecil membawa manfaat.

This blog is created for educational purposes and to provide general information. All materials belong to their respective owners.

Situs ini dibuat untuk tujuan edukasi dan penyampaian informasi umum. Seluruh materi merupakan milik dari pemegang hak masing-masing.

Contact: subhi.link@gmail.com

Jangan Kasih Makan Kucing Dijalanan...! 4.5 5 subhan Jumat, 14 Agustus 2026 Kasih sayang kepada kucing, bisa berujung bencana. Alih alih sedekah, malah dapat dosa.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Find Us On Facebook

Flickr Images

Video Of Day

Pages

Formulir Kontak



Cari Artikel

Pages

Blog Indonesia