Khutbah Jum'at - Menghargai Tiap Detik Dari Umur
Khutbah 1 :
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته .
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْإِيمَانِ وَالْإِسْلَامِ، وَفَضَّلَنَا عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا.
وَأشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، شَهَادَةً نَرْجُو بِهَا النَّجَاةَ يَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، خَيْرُ مَنْ عَرَفَ قِيمَةَ الْعُمْرِ، فاسْتَثْمَرَ أَوْقَاتَهُ فِي طَاعَةِ رَبِّهِ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَاتَّقُوا اللَّهَ عِبَادَ اللَّهِ، باغتنام مَا بَقِيَ مِنْ أَعْمَارِنَا فِي طَاعَةِ اللَّهِ قَبْلَ أَنْ تقُولَ يَوْمَ لَا يَنْفَعُ النَّدَمُ : ﴿حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ﴾.
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Mengawali khutbah, khatib berwasiat untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan.
Hadirin,
Pada kesempatan ini al Khatib ingin menyampaikan beberapa riwayat :
Yang Pertama.
Yang Ke 3
Diriwayatkan ada 3 orang dari bani Udzroh menemui nabi untuk masuk Islam. Kemudian mereka ditampung dan dijamin kehidupannya oleh sahabat Tolhah. Tak lama kemudian, nabi mengumumkan ada keberangkatan ekspedisi militer. Maka salah satu dari 3 bani Udzroh tadi ikut berperang, dan mati syahid. Selang beberapa lama, nabi mengirim lagi ekspedisi militer. Dan orang kedua dari Bani Udroh tadi ikut berangkat dan mati syahid. Setahun kemudian, orang yang ketiga wafat dalam keadaan biasa. Wafat diatas kasur, bukan mati syahid di medan perang.
Kemudian Tolhah bermimpi seolah olah ia sedang mengantri masuk kesurga : Ternyata orang yang terakhir wafat, dipanggil lebih dahulu untuk masuk surga. Kemudian orang yang mati syahid kedua, lalu orang yang mati syahid pertama.
Mimpi ini mengganggu pikiran sahabat Tolhah. Maka ia menemui nabi dan bertanya tentang hal tersebut. Mengapa yang wafatnya belakangan, kok dipanggil duluan ke surga. Padahal dia tidak mati syahid.
Maka Rasulullah bersabda :
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Perhatikan baik-baik sabda Rasulullah ﷺ tersebut.
Orang yang mati syahid memang memiliki kedudukan yang sangat mulia. Ia meninggalkan dunia dalam keadaan mempersembahkan nyawanya untuk Allah. Tetapi ternyata, ada seseorang yang tidak mati syahid, bahkan wafat di atas tempat tidurnya, namun ia masuk surga lebih dahulu.
Mengapa?
Karena Allah memberinya tambahan waktu untuk beramal.
Sebagai ilustrasi, misalnya ada dua orang yang sama-sama lahir pada tahun 1975. Keduanya sama-sama menjalani kehidupan selama kurang lebih 50 tahun. Kemudian orang pertama wafat pada bulan Syawal tahun 2026. Sementara temannya masih diberi umur oleh Allah سبحانه وتعالى selama satu tahun lagi, dan baru wafat pada bulan Syawal tahun 2027.
Perbedaannya hanya satu tahun. Satu tahun tambahan berarti tambahan kesempatan untuk beramal. Kalau kita hitung secara sederhana, dan yang kita hitung hanya yang wajib saja, maka dalam satu tahun Hijriah, ada sekitar 354 hari, berarti ada kesempatan melaksanakan :
Sholat wajib saja sebanyak 6.018 rakaat.
Dan karena setiap rakaat terdapat dua kali sujud, berarti dalam setahun terdapat sekitar:
12.036 kali sujud.
Bayangkan!
Orang yang wafat belakangan itu mendapatkan kesempatan sekitar 6.018 rakaat shalat wajib, atau sekitar 12.036 kali sujud lebih banyak dibandingkan orang yang wafat setahun sebelumnya - belum termasuk shalat-shalat sunnah.
Belum lagi ia mendapatkan kesempatan bertemu dengan satu bulan Ramadan.
Ia masih bisa berpuasa selama sebulan. Dan ia masih memiliki peluang mendapatkan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Inilah yang dimaksud oleh Rasulullah ﷺ :
“Maka perbedaan antara keduanya lebih jauh daripada jarak antara langit dan bumi.”
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Lalu bagaimana dengan waktu yang kita miliki setiap hari?
Jangan sampai umur kita bertambah, tetapi amal kita tidak bertambah. Jangan sampai hari-hari kita berlalu, tetapi yang kita dapatkan hanya lelah, sementara pahala tidak seberapa.
Terlebih khusus kepada anak-anak kami, para santri yang saat ini sedang menuntut ilmu. jangan sampai bertahun-tahun tinggal di pesantren, tetapi yang bertambah justru jumlah waktu tidur - sementara ilmu yang diperoleh tidak seberapa.
Jangan sampai kita lebih khawatir kehilangan kuota internet, tetapi tidak khawatir kehilangan waktu kehidupan.
Setiap detik di pesantren adalah modal. Setiap menit adalah kesempatan. Maka isilah dengan ilmu, ibadah, dan amal saleh. Sebagaimana dikatakan Sa'id bin Jubair :
Karena itu, marilah kita menjaga waktu yang Allah berikan. Semakin panjang umur kita, semakin banyak kesempatan untuk melakukan amal soleh. Semoga kita menjadi orang yang disebutkan oleh nabi sebagai orang terbaik. Yaitu orang yang panjang umurnya dan bagus amalnya.
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3).
بارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْأٰنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Ke-2
بالْحَمْدُ لله حَمْداً كَثِيْراً كَمَا أمَرَ .
أشْهَدُ أنْ لاَ إلَهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَه لاَ شَرِيْكَ لَهُ إرْغاَماً لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرْ . وأشهد أنَّ سيدَنا محمداً عبدُه ورسولُه سيِّدُ الْخلائقِ وَالْبَشَرْ. صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه مَصَابِيْحِ الْغُرَرْ .أما بعد :
فياَ أيُّها الْحَاضِرون أوْصِيْكُمْ ونَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْن. وَاعْلَمُوْا أنَّ اللهَ قَدْ قَالَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْم أعُوْذُ باللهِ مِنَ الشَّيْطَان الرَّجِيْم. بسم الله الرحمن الرحيم. ﴿ إنَّ اللهَ ومَلائِكَتَه يُصَلُّوْنَ عَلَى النبي. يا أيُّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْماً ﴾ .
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وعلى آله وصَحْبِهِ أجمعِيْن . وَعَلَى التَّابِعِيْن وَتَابِعِ التَّابِعِيْن وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَانٍ إلَى يَوْمِ الدِّيْنِ .
وَارْضَ اللهُ عَناَّ وَعَنْهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أرْحَمَ الرّاحِمِيْن. اللَّــهُمَّ اغْفِرْ لـلِـمُؤْمِنِـيْنَ وَالْمُؤْمِنَات وَالْمُسْلِـمِيْن وَاْلمُسْلِمَات الأحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأمْوَاتِ إنَّك سَـمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْب الدَّعَوَات
اللهمّ انْصُرْ أمَّةَ سَيِّدِنَا محمد. أللهم أصْلِــحْ أمةَ سيِّدِنا محمد . أللهم ارْحَمْ أمةَ سيدنا محمد .
أللهم انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْن . واخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمسلمِيْن. وأعْلِ كَلِمَتَكَ إلى يومِ الدِيْن .رَبَّنَا آتِناَ فِي الدُّنْياَ حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِناَ عَذَابَ الناَّرِ .
عِبَادَ اللهِ إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ . وَإِيْتاَئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذْكُرُوْن . وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر .أَقِيْمُوْا الصَّلاَة
--selesai--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar